PENYUSUNAN ANALISA BEBAN KERJA

  • abkPengertian Analisis Beban Kerja

 Analisa beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu, atau dengan kata lain analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah personalia dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang tepat dilimpahkan kepada seorang petugas.

Analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang dapat dilimpahkan kepada seorang pegawai, atau dapat pula dikemukakan bahwa analisis beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan beban kerja dalam waktu tertentu.

Dengan cara membagi isi pekerjaan yang mesti diselesaikan oleh hasil kerja rata-rata satu orang, maka akan memperoleh waktu yang dibutuhkan untuk merampungkan pekerjaan tersebut. Atau akan memperoleh jumlah pegawai yang dibutuhkan melalui jumlah jam kerja setiap pegawai tersebut.

Dalam manajemen kepegawaian, kegiatan penerimaaan dan penempatan pegawai mutlak harus dilakukan didalam satu unit organisasi, baik organisasi pemerintah maupun swasta. Kegiatan manajemen kepegawaian adalah kegiatan untuk mendapatkan landasan guna penerimaan dan penempatan pegawai yang pada awalnya dilakukan terlebih dahulu melalui analisis jabatan (job analysis), yang berarti suatu kegiatan untuk memberikan gambaran tentang syarat-syarat jabatan (job specification) yang diperlukan bagi setiap pegawai yang akan diterima dalam menduduki suatu jabatan didalam suatu organisasi.

Perencanaan kebutuhan pegawai suatu instansi mutlak diperlukan dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai yang tepat baik jumlah dan waktu, maupun kualitas. Melalui studi analisis beban kerja yang dilakukan akan dapat memberikan gambaran pegawai yang dibutuhkan baik kuantitatif maupun kualitatif yang dirinci menurut jabatan dan unit kerja.

  • Metode Analisis Beban Kerja

Dalam rangka mendapatkan informasi yang diperlukan dalam kegiatan ini dilakukan dengan 3 pendekatan yaitu :

  1. Pendekatan Organisasi

Organisasi dipahami sebagai wadah dan sistem kerja sama dari jabatan-jabatan. Melalui pendekatan organisasi sebagai informasi, akan diperoleh informasi tentang : nama jabatan, struktur organisasi, tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab, kondisi kerja, tolok ukur tiap pekerjaan, proses pekerjaan, hubungan kerja, serta persyaratan-persyaratan seperti : fisik, mental, pendidikan, ketrampilan, kemampuan, dan pengalaman.

Berdasarkan pendekatan organisasi ini dapat dibuatkan prosedur kerja dalam pelaksanaan kerja yang menggambarkan kerja sama dan koordinasi yang baik. Kegiatan dan hubungan antar unit organisasi perlu dibuatkan secara tertulis, sehingga setiap pegawai tahu akan tugasnya bagaimana cara melakukannya serta dengan siapa pegawai itu harus mengadakan hubungan kerja.

Selanjutnya tugas dan fungsi setiap satuan kerja dihitung beban tugasnya. Hambatannya karena belum adanya ukuran beban tugas, hal ini perlu kesepakatan tiap satuan kerja yang sejenis. Dengan demikian ukuran beban tidak hanya satu, tetapi bisa dua, tiga atau lebih.

  1. Pendekatan analisis jabatan

Jabatan yang dimaksud tidak terbatas pada jabatan struktural dan fungsional, akan tetapi lebih diarahkan pada jabatan-jabatan non struktural yang bersifat umum dan bersifat teknis (ingat kriteria jabatan baik aspek material maupun formal). Melalui pendekatan ini dapat diperoleh berbagai jenis informasi jabatan yang meliputi identitas jabatan, hasil kerja, dan beban kerja serta rincian tugas. Selanjutnya informasi hasil kerja dan rincian tugas dimanfaatkan sebagai bahan pengkajian beban kerja.

Beban kerja organisasi sesuai prinsip organisasi akan terbagi habis pada sub unit-sub unit dan sub unit terbagi habis dalam jabatan-jabatan. Melalui pendekatan analisis jabatan ini akan diperoleh suatu landasan untuk penerimaan, penempatan dan penentuan jumlah kualitas pegawai yang dibutuhkan dalam periode waktu tertentu antara lain :

  1. Sebagai landasan untuk melakukan mutasi;
  2. Sebagai landasan untuk melakukan promosi;
  3. Sebagai landasan untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan (Diklat);
  4. Sebagai landasan untuk melakukan kompensasi;
  5. Sebagai landasan untuk melaksanakan syarat-syarat lingkungan kerja;
  6. Sebagai landasan untuk pemenuhan kebutuhan peralatan atau prasarana dan sarana kerja

 

  1. Pendekatan Administratif

Melalui pendekatan ini akan diperoleh berbagai informasi yang mencakup berbagai kebijakan dalam organisasi maupun yang erat kaitannya dengan sistem administrasi kepegawaian.

  • Teknik Penghitungan Beban Kerja

Analisis beban kerja dilakukan dengan membandingkan bobot/beban kerja dengan norma waktu dan volume kerja. Target beban kerja ditentukan berdasarkan rencana kerja atau sasaran yang harus dicapai oleh setiap jabatan, misalnya mingguan atau bulanan. Volume kerja datanya terdapat pada setiap unit kerja, sedangkan norma waktu hingga kini belum banyak diperoleh sehingga dapat dijadikan suatu faktor tetap yang sangat menentukan dalam analisis beban kerja.

Teknik perhitungan yang digunakan adalah teknik perhitungan yang bersifat “praktis empiris”, yaitu perhitungan yang didasarkan pada pengalaman-pengalaman basis pelaksanaan kerja masa lalu, sesuai judgement disana-sini dalam pengukuran kerja dilakukan berdasarkan sifat beban kerja pada masing-masing jabatan, mencakup :

  1. Pengukuran kerja untuk beban kerja abstrak

Untuk mengukur beban kerja abstrak diperlukan beberapa informasi antara lain :

  1. Rincian / uraian tugas jabatan.
  2. Frekwensi setiap tugas dalam satuan tugas.
  3. Jumlah waktu yang dibutuhkan setiap tugas.
  4. Waktu Penyelesaian Tugas merupakan perkalian beban kerja dengan norma waktu.
  5. Waktu kerja efektif.
  6. Pengukuran kerja untuk beban kerja konkret

Untuk mengukur beban kerja konkret diperlukan beberapa informasi antara lain :

  1. Rincian / uraian tugas jabatan.
  2. Satuan hasil kerja.
  3. Jumlah waktu yang dibutuhkan setiap tugas.
  4. Target waktu kerja dalam satuan waktu.
  5. Volume kerja merupakan perkalian beban kerja dengan norma waktu.
  6. Waktu kerja efektif.

Berkaitan dengan alat ukur dan oleh karena instansi pemerintah merupakan instansi non profit, hal yang dapat dipergunakan sebagai alat ukur adalah “jam kerja” yang harus di isi dengan kerja untuk menghasilkan berbagai produk baik bersifat konkret maupun abstrak (benda atau jasa).

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Penyusunan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil, ditetapkan jam kerja efektif terdiri dari jumlah jam kerja formal dikurangi dengan waktu kerja yang hilang karena tidak bekerja seperti melepas lelah, istirahat makan dan sebagainya. Dalam menghitung jam kerja efektif digunakan ukuran sebagai berikut :

  1. Jam Kerja Efektif per hari = 1 hari x 5 jam =300 menit
  2. Jam Kerja Efektif per minggu = 5 hari x 5 jam =25 jam = 1.500 menit
  3. Jam Kerja Efektif per bulan = 20 hari x 5 jam =100 jam = 6.000 menit
  4. Jam Kerja Efektif per tahun = 240 hari x 5 jam =1.200 jam = 72.000 menit

Setiap unit kerja mempunyai hasil kerja yang berbeda satu sama lain baik jenis maupun satuannya, sehingga agar dapat diukur dengan alat ukur jam kerja efektif, semua produk/hasil kerja tersebut harus dikonfirmasikan sehingga memiliki satu kesatuan.

Untuk dapat menjadikan hal tersebut, setiap volume kerja yang berbeda antara unit kerja adalah merupakan variabeltidak tetap dalam pelaksanaan analisis beban kerja dalam arti volume kerja setiap waktu dapat berubah, sedangkan waktu yang dipergunakan untuk menghasilkan/menyelesaikan produk tersebut  (yang selanjutnya akan disebut norma waktu) relatif tetap, dan selanjutnya akan menjadi variabel tetap dalam pelaksanaan analisis beban kerja.

Berdasarkan definisi yang telah diuraikan dimuka, disebutkan bahwa beban/bobot kerja merupakan hasil kali volumekerja dengan norma waktu.

Volume kerja setiap unit kerja dapat diketahui berdasarkan dokumentasi hasil kerja yang ada, sedangkan norma waktu perlu ditetapkan dalam standar norma waktu baku, yang akan dijadikan faktor tetap dalam setiap melakukan analisis beban kerja, dengan asumsi-asumsi tidak terdapat perubahan yang menyebabkan norma waktu tersebut berubah.

Rumus yang dipergunakan untuk mencari kebutuhan pegawai :

itung

  • Analisa Kebutuhan Pegawai

Pertanyaan berapakah jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk merampungkan suatu tugas, merupakan pertanyaan yang amat kritis. Untuk menjawab pertanyaan penting itu orang harus memahami 3 (tiga) buah konsep sebagai latar belakang yaitu meliputi target volume pekerjaan, tingkat pelaksanaan standar dan waktu yang ditetapkan untuk merampungkan tugas dengan tepat.

  1. Beban Tugas (target volume kerja), merupakan volume pekerjaan yang mesti dirampungkan dalam batas tempo tertentu. Target volume kerja dapat dinyatakan dalam berbagai satuan seperti : meter, meter kubik, kilogram, lembar, berkas, laporan, desa, kecamatan dan satuan lazim lainnya.
  2. Standar Kerja Rata-rata (tingkat pelaksanaan standar), merupakan volume pekerjaan yang dapat dirampungkan oleh seorang atau sejumlah pegawai dalam satu satuan waktu dengan standar kualitas tertentu.
  3. Waktu Kerja Efektif, yakni waktu kerja yang telah ditetapkan secara formal setelah dikurangi waktu luang (allowance).

Pengukuran beban kerja dimulai dengan pengukuran dan perumusan “ Norma waktu “ setiap proses/tahapan penyelesaian pekerjaan sesuai dengan uraian, dan prosedur kerja yang berlaku.

Dalam melakukan pengukuran dan perumusan norma waktu, dilakukan secara cermat dan seksama dengan memperhatikan tingkat kewajaran penggunaan waktu kerja bagi pegawai/pemangku jabatan terkait dan terhadap kebenaran uraian proses/tahapan kerja untuk menghasilkan produk, sehingga dapat diperoleh hasil pengukuran beban kerja yang memadai.

LATAR BELAKANG

  • Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan analisis beban kerja adalah untuk menyediakan instrumen dalam proses penataan kelembagaan/SDM Sekretariat Daerah, melakukan penilaian beban kerja Unit Kerja, yang hasilnya akan dipergunakan sebagai bahan (input) bagi proses perencanaan penataan/penyempurnaan struktur organisasi dan kepegawaian Sekretariat Daerah. Adapun tujuan penyusunan analisis beban kerja di lingkungan Sekretariat Daerah, yaitu :

  1. Membangun/merumuskan sistem penilaian beban kerja dan perencanaan kebutuhan pegawai pada masing-masing Unit kerja;
  2. Melakukan penilaian beban kerja Unit Kerja berdasarkan beban kerja jabatan/unit kerja dengan menggunakan variabel norma waktu, volume kerja dan jam kerja efektif, dikaitkan dengan jumlah pegawai/jabatan.
  • Keluaran

Keluaran (output) yang dihasilkan dari penyusunan analisis beban kerja pada Sekretariat Daerah adalah informasi berupa:

  1. Efektivitas dan efisiensi jabatan serta efektivitas dan efisiensi unit kerja;
  2. Prestasi kerja jabatan dan prestasi kerja unit;
  3. Jumlah kebutuhan pegawai/pejabat;
  4. Jumlah beban kerja jabatan dan jumlah beban kerja unit;
  5. Nilai indeks beban kerja individu masing-masing jabatan;
  6. Standar norma waktu kerja.

Jadwal Penyusunan Anjab dan ABK Tahun 2014 dapat di lihat di sini

ant-strong-man

Tautan permanen menuju artikel ini: https://organisasi.malangkota.go.id/2014/05/30/penyusunan-analisa-beban-kerja/

104 comments

Lompat ke formulir komentar

    • I Wayan Koeslila on 14 Mei 2015 at 8:52 am
    • Balas

    yth penulis,

    sy telah membaca uraian tentang ABK diatas, yang menjadi kendala atau pertanyaan saya yaitu bagaimana kita menganalisa beban kerja rekan kita yang kelas jabatannya dua tingkat diatas saya.
    sebagai tambahan bahwa diperusahaan kami baru saja membentuk TIM ABK dan sy salah satu anggotanya. tetapi menjadi beban moral bagi saya apabila saya menganalisa rekan kerja diatas saya. menurut saya sebagai analisa kedudukan kelas jabatan minimal sama dy yabg akan dianalisa. demikian mihon pencerahannya. terimakasih

    1. Maaf baru balas,
      salah satu bahan beban kerja salah satunya uraian tugas, hasil kerja dan tanggung jawab jabatan.
      Seringkali karena Pegawai senior berpikir bahwa dengan pengalamannya mereka selayaknya dapat kelas jabatan yang tinggi, padahal kompetensi mereka belum tentu sanggup untuk melaksanakan Beban Kerja pada Kelas Jabatan yang tinggi. Disisi lain ketegasan pimpinan tidak terlihat.

      Dalam melakukan pengukuran dan perumusan norma waktu untuk jabatan pegawai yang diatas kita, dilakukan secara cermat dan seksama dengan memperhatikan tingkat kewajaran penggunaan waktu kerja bagi pegawai/pemangku jabatan tersebut dan terhadap kebenaran uraian proses/tahapan kerja (SOP) untuk menghasilkan produk, sehingga dapat diperoleh hasil pengukuran beban kerja yang memadai.

      Maka dengan kelas jabatan yang lebih tinggi tanggung jawab juga haruslah besar.
      Anda sebagai anggota TIM ABK, Hasil ABK anda yang menetapkan adalah atasan tertinggi Anda.
      Dan hasil ABK menjadi Komitmen bersama, Apabila masih sulit dalam melakukan ABK, maka perlu benahi sistem kerja, budaya kerja dan kepemimpinan di tempat anda.

      dengan telah ditetapkan ABK-nya maka hasil yang diperoleh dari penyusunan analisis beban kerja tersebut merupakan salah satu instrumen/alat bantu pengambilan keputusan pimpinan.

      Terima kasih telah berkunjung.

    • ONO TARYONO on 25 Juni 2015 at 12:51 pm
    • Balas

    Yth. Penulis

    Mohon bantuannya bagaimana untuk mambuat ABK untuk petugas di lapangan, sy bekerja di SATPOL PP, saya masih bingung dengan cara perhitungan ABK tuk kawan2 yang bertugas di lapangan, seperti di bagian INTEL, DALMAS dan PATROLI, metode perhitungan manakah yg harus saya gunakan.

    Mohon penjelasannya, terima kasih.

    1. Yth. Pak Ono

      Kalau Menurut saya, lihat dulu SOP dan Standar Pelayanan per unsur/bidang di Satpol PP bapak
      yang saya ketahui rincian kegiatan Jabatan Fungsional Pol PP sesuai sub
      unsur, sebagai berikut:

      a. Penegakan Perda, meliputi:
      1. melakukan tindakan yustisi;
      2. menjadi saksi dalam penyidikan;
      3. menjadi saksi dalam persidangan;
      4. melakukan tindakan non yustisi;
      5. mengikuti sosialisasi Perda/Peraturan Kepala Daerah;
      6. melakukan analisis aspek sanksi dalam penegakan Perda;
      7. mengikuti penyusunan Perda/Peraturan Kepala Daerah; dan
      8. mengevaluasi permasalahan penegakan Perda/Peraturan Kepala Daerah.

      b. Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, meliputi:
      1. menyusun rencana program;
      2. melakukan evaluasi kegiatan;
      3. melakukan patroli;
      4. melakukan pengamanan;
      5. melakukan pengawalan;
      6. melakukan pengendalian massa;
      7. melakukan deteksi dini;
      8. melakukan pendataan dan pelatihan satlinmas; dan
      9. melakukan mobilisasi linmas.

      masing-masing uraian tadi, dibuatkan tahapan pelaksanaanya.

      Begitu saya kira, terima kasih.
      Salam

        • sutriyono on 30 April 2016 at 8:27 pm
        • Balas

        ibu, di tempat kami jg masih mengalami kesulitan dalam penyusunan ANJAB dan ABK Polpp seperti apa yg di sampaikan ms taryono, kalau berkenan bisakah di kirim contoh anjab dan abk ke emai saya: aufa.adzkia@yahoo.co.id, trimakasih.

        1. sebaiknya mbak, datang saja ke bagian organisasi untuk minta penjelasannya

      • mistari on 4 Juli 2018 at 12:40 pm
      • Balas

      Utuk penyusunan analisa kebutuhan pegawai pada Satpol pp mengacu pada permendagri no 20 tahun 2012 tentang analisa kebutuhan pegawai pada satuan polisi pamong praja.

      1. iya

    • KUSUMA WIJAYA on 30 Juli 2015 at 12:23 pm
    • Balas

    mohon bantuannya untuk mendesign sebuah dinas yang efektif, kebetulan saya ditunjuk untuk menganjab dinas kebudayaan dan pariwisata karena disalah satu biro terdapat upt yang mengelola promosi budaya di tmii jakarta, nah untuk mengefektifkan kinerja dinas sebaiknya disbudpar designnya kayak apa. dum mohon pencerahannya, terima kasih

    1. mendesign sebuah dinas yang efektif…

      hemmm…..

      Mas / Mbak Kusuma yang baik, mudah-mudahan jawaban kami bisa berkenan, karena tulisan saya diatas cerita dari sisi pelaksanaan Anjab dan Abk-nya
      kerena mendesign sebuah dinas yang efektif… perlu evaluasi kelembagaan juga, ini sudah diatur dalam PERMENPAN No.8 Tahun 2007 tentang Pedoman Evaluasi Kelembagaan Pemerintah

      untuk dinas kebudayaan dan pariwisata yang sampeyan Anjab dan ABK-nya bisa mencari Analisanya dari Standar pelayanan dinas kebudayaan dan pariwisata sekurang-kurangnya meliputi:
      a. dasar hukum;
      b. persyaratan;
      c. sistem, mekanisme, dan prosedur;
      d. jangka waktu penyelesaian;
      e. biaya / tarif ;
      f. produk pelayanan;
      g. sarana, prasarana, dan/atau fasilitas;
      h. kompetensi pelaksana;
      i. pengawasan internal;
      j. penanganan pengaduan, saran, dan masukan;
      k. jumlah pelaksana;
      l. jaminan pelayanan yang memberikan kepastian pelayanan dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan;
      m. jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan dalam bentuk komitmen untuk memberikan rasa aman, bebas dari bahaya, dan risiko keraguraguan; dan
      n. evaluasi kinerja pelaksana.

      disalah satu biro terdapat upt yang mengelola promosi budaya di tmii jakarta

      dianjab dulu dinasnya baru akan ketemu efektifitas pada masing masing jabatan

      intinya saat menganalisa jabatan, kumpulkan semua SOP operasional pada masing masing pegawai,
      REKOMENDASI TERHADAP HASIL ANJAB DAN ABK salah satuny adalah Mendorong penggunaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)untuk urusan-urusan teknis atau untuk menutupi kekurangan PNS yang ada.

      demikianlah. Begitu saya kira, terima kasih.
      Salam.

    • tonz on 13 Agustus 2015 at 12:23 pm
    • Balas

    saya bekerja disebuah perusahaan catering yang melayani kebutuhan makan suatu perusahaan. yang saya tanyakan mengenai beban kerja adalah:
    berapa jumlah karyawan yg saya perlukan untuk memenuhi kebutuhan makan klien kami (100 orang)?
    dan bagaimana cara menghitungnya?
    Mohon pencerahannya. Terima kasih.

    1. wah, kalo beban kerja perusahaan catering saya juga kurang paham mas,
      karena harus di analisa dulu kemampuan tiap SDM yang menangani masing-masing pekerjaan,
      apakah bagian produksi juga bisa di pekerjakan di bagian distribusi atau bagian yang menangani
      pasokan dan compalain pelangan bisa merangkap di bagian akuntansinya….

      menurut saya di setiap bagian, dibuatkan SOP-nya dulu baru analisa setiap beban kerjanya pada masing-masing SDM yang sudah ada dulu

      demikianlah…..

      terima kasih telah berkunjung di website kami….

    • r toro on 30 Agustus 2015 at 5:34 pm
    • Balas

    mohon format ABK untuk instasi pengkajian

    1. Prosedur yang lazim dipergunakan untuk menentukan berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan adalah dengan menganalisis pengalaman. Catatan-catatan tentang hasil pekerjaan dapat menunjukkan volume dari pada hasil dan jumlah pegawai dalam suatu bagian. Kemudian dapat dihitung hasil rata-rata tiap pegawai.

      Langkah pertamanya adalah mengidentifikasi seberapa banyak keluaran (sebuah kajian) yang hendak dicapai organisasi (instansi)
      Hal ini selanjutnya diterjemahkan ke dalam jumlah jam kerja pegawai pada setiap kategori pekerjaan yang akan diperlukan untuk mencapai tingkat keluaran (sebuah kajian) tersebut. Apabila keluaran (kajian tersebut) diperkirakan berubah, maka perubahan pekerjaan dapat diramalkan dengan mengkalkulasi berapa banyak jam kerja pegawaiyang dibutuhkan.

      demikianlah…..
      semoga membantu ^__^

  1. saya bekerja sebagai kepala sekolah dan guru kelas. Bagaimana cara menghitung bebab kerjanya?

    1. Kalo untuk Kepala sekolah dan guru kelas
      beban kerja bisa didapat dari Rincian Kegiatan Jabatan guru kelas dan Rincian Kegiatan Jabatan sebagai kepala sekolah
      karena guru adalah jabatan fungsional tertentu yang ada angka kreditnya, maka diRincian tugas bisa ditambahkan tugas-tugas
      untuk mencapai angka kredit tersebut sebagai Beban Kerjanya

      demikian penjelasan singkat dari kami

      terima kasih telah berkunjung

  2. Implementasi pedoman analisis jabatan dan standar kompetensi jabatan itu seperti apa pak..mohon penjelasannya..terima kasih.

    1. Implementasinya, Pemerintah Kota Malang telah melaksanakan Anjab dan ABK
      Anjab dan ABK ini nantinya akan salah satunya akan di gunakan dalam penataan PNS.

      Hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk menentukan formasi perekrutan pegawai harus didasarkan pada hasil analisis tersebut.

      Dalam melaksanakan Anjab dan ABK sebenarnya tidaklah sulit,
      namun butuh keseriusan dan ketelitian pihak yang melakukannya agar proses Anjab dan ABK bisa menghasilkan output yang berkualitas. Selain itu perlu dukungan semua pihak dari instansi yang melakukan proses Anjab dan ABK.

      kalau ada waktu akan saya posting kaitan ANJAB dan ABK dengan Penataan PNS di pemerintah daerah.
      demikian penjelasan singkat dari kami.
      terima kasih telah berkomentar mbak yulia

    • nando on 16 Oktober 2015 at 10:21 pm
    • Balas

    Mohon bantuannya bagaimana menganalisa beban kerja di PDAM, untuk job descripsi nya tiap PDAM sudah punya, kemudian untuk analisa beban kerja setiap pegawainya gmn yaa? mohon bantuannya, langkah2 untuk menganalisa beban kerja setiap pegawai yang ada..kiranya bisa dikirimkan contoh analisanya ke email saya ndo_not@yahoo.co.id..terima kasih sebelumnya

    • Chendy on 29 Oktober 2015 at 12:19 pm
    • Balas

    Met siang, mohon petunjuknya soal penyusunan Anjab dan ABK, karena menurut informasi bahwa hasil dari Anjab kemudian di buat ABK.
    Untuk anjab (Point 6) ada item Uraian tugas. Dan Setiap uraian tugas dijabarkan lagi tahapan – tahapannya

    yang jadi kendala adalah pada saat penyusunan ABK untuk Kolom Beban Kerja maupun Kolom Waktu Penyelesaian diisi per tahapan dari setiap uraian tugas sedangkan di Anjab pada point 16 (Prestasi Kerja yang diharapkan) ada kolom Jumlah Hasil dalam setahun dan Waktu Penyelesaian yang diisi sesuai Jumlah masing – masing Uraian Tugas (Per Uraian Tugas bukan per tahapan dari uraian tugas)

    yang jadi pertanyaan, bagaimana rumusan / link antara nilai point 16 pada Anjab dengan jumlah beban kerja maupun waktu penyelesaian pada ABK?
    apakah TOTAL BEBAN KERJA untuk seluruh tahapan pada masing – masing Uraian Tugas JUMLAHnya harus sama dengan kolom Jumlah Hasil dalam 1 tahun pada Point 16 (Prestasi Kerja yang diharapkan) pada ANJAB? demikian juga untuk waktu penyelesaian.

    ataukah jumlah RATA – RATA beban kerja semua tahapan pada masing – masing uraian tugas pada ABK Harus sama dengan Jumlah hasil masing – masing Uraian tugas pada ANJAB?

    demikian juga untuk waktu penyelesaian pada ABK, apakah Jumlah RATA-RATA waktu penyelesaian untuk seluruh TAHAP Pada masing – masing URAIAN TUGAS harus = WAKTU PENYELESAIAN MASING – MASING URAIAN TUGAS PADA ANJAB

    ataukah ada rumusan lainnya untuk pengisian nilai beban kerja maupun waktu pada ABK yang mengacu pada Nilai Prestasi yang diharapkan pada ANJAB? ataukah memang nilai antara ABK dan ANJAB tidak terkait (saling mempengaruhi)? terima kasih

    1. saya email contohnya nanti kalo kurang jelas datang ke kantor kami ya…..
      terima kasih

        • ferdi on 18 Februari 2016 at 8:22 pm
        • Balas

        minta tolong mas, saya juga butuh contohnya. tolong dikirim ya mas. ini alamat email saya: ferdians_jabbar@yahoo.co.id

        • Ediyanto on 21 April 2016 at 6:56 pm
        • Balas

        Mohon bantuan untuk kami juga, kami sangat butuh sekali, untuk kelurahan, tolong kirim ke ya mas…ini email saya mas eddidot79@gmail.com

        • wati on 21 Desember 2017 at 6:09 pm
        • Balas

        mas bisa minta cara pembuatan beban kerja di puskesmas untuk berbagai profesi?, apakah uraian tugas yang ada di SKP dan anjab sama dengan uraian tugas yang dijabarkan di analisis beban kerja?

        mohon contoh pembuatan analisis beban kerja nya khususnya di puskesmas

        1. mas bisa minta cara pembuatan beban kerja di puskesmas untuk berbagai profesi?,
          Jawaban:
          jabatan yang dibutuhkan sesuai kan fungsi dipuskesmas selain jabatan struktural adalah jabatan funsgional kesehatan.
          dokter, perawat, radiografer, Pranata Laboratorium Kesehatan, dsb. sesuaikan dengan pelayanan kesehatan yang ada dan jumlah unit alkes yang bisa difungsikan di Puskesmas tersebut

          apakah uraian tugas yang ada di SKP dan anjab sama dengan uraian tugas yang dijabarkan di analisis beban kerja?

          seharusnya sama, tetapi apabila jabatan fungsional di SKP sesuaikan dengan DUPAK,

    • Paguyuban Ka.TU Sekolah on 4 November 2015 at 7:38 am
    • Balas

    asslm.wr.wb. Mohon bantuan contoh dan format pengisian anjab abk, karena dalam minggu ini kami mendapatkan tugas penyusunan ANJAB ABK KEPALA TATA USAHA SEKOLAH (SMP/SMA/SMK) dari sub bag umum dinas pendidikan.
    mohon dikirimkan ke email kami, dan kami harapkan contoh yang diberikan bisa mendekati bidang tugas kami yaitu adminitrasi ketata usahaan dan umum.
    kami telah mencoba mencari literatur dan contoh secara online, tapi hasilnya bermacam-macam,yang apabila kami pergunakan,takutnya tidak sesuai dengan ketentuan dari bag.organisasi.
    atas perhatian dan bantuannya kami sampaikan terimakasih.
    @Paguyuban Ka. TU Sekolah(SMP/SMA/SMK)

    • tumisih on 2 Desember 2015 at 11:28 am
    • Balas

    Assalamu’alaikum….apakah antara anjab dengan ABK selalu berhubungan? Dimana letak hubungan yang paling spesifiknya? mohon penjelasannya.

    1. Analisis jabatan adalah suatu metode yang digunakan untuk menentukan jenis atau kualitas tenaga kerja yang diperlukan sedangkan analisis beban kerja merupakan metode untuk menentukan jumlah atau kuantitas tenaga kerja yang diperlukan Hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk menentukan formasi perekrutan pegawai harus didasarkan pada hasil analisis tersebut. secara spesifik berhubungan dengan uraian tugas dan tahapan dalam melaksanakan uraian tugas tersebut.

      Jika anjab dan abk tidak dilaksanakan, akan muncul berbagai masalah dalam birokrasi kita. Pertama pembagian tugas yang tidak jelas, ini saya alami sendiri ketika menjadi CPNS. Saya tidak tahu apa pekerjaan saya ditempat kerja, sehingga saya hanya mengamati aktivitas dimana saya bekerja dan akan membantu jika disuruh

  3. Terima kasih banyak malang kota sudah berbagi artikel ini dan memudahkan saya dalam mengerjakan tugas hiii

    • Ghazali on 13 Februari 2016 at 6:00 pm
    • Balas

    tolong kirim Contoh pengisian anjab dan ABK Guru PAI SMP ya pak,makasih

    • SEPTIAN on 1 Maret 2016 at 12:14 pm
    • Balas

    Pak, minta tolong konsep ABK untuk jabatan “Analis Lingkungan Hidup” bagaimana ya? mohon saran nya

  4. Saya senang sekali menemukan postingan anda dan bisa ikut memberi komentar menurut saya sangat berharga sekali bisa membaca tulisan anda, dan pada kesempatan ini akan saya manfaatkan untuk sumber referensi saya
    Terima kasih banyak telah berbagi, saya berharap anda terus semangat menulis topik selanjutnya http://www.1stoutbound.com |
    http://jasaoutboundmalangjasaoutboundjakarta.blogspot.co.id

    • lintang on 2 Maret 2016 at 9:10 pm
    • Balas

    bagaimana menghitung ABK di unit rekam medis ?

    • aisyah on 5 April 2016 at 1:11 pm
    • Balas

    yth penulis, apakah anda mempunyai contoh perhitungan sarpras berdasarkan anjab dan beban kerja? terimakasih

    1. perhitungan sarpras contohnya tidak ada
      namun terkait kebutuhan pegawai yang dihitung berdasarkan beban kerja,
      dapat di lihat jumlah sarpras yang ada.

      misal, 1 mobil ambulan = 2 petugas mobil ambulan
      petugas ambulan dalam uraian tugas bukan hanya terampil dalam mengemudi tetapi juga dapa memberikan bantuan P3K

      demikian

    • geise on 12 April 2016 at 10:00 am
    • Balas

    Ass Pak, saya minta tolong dikirim contoh untuk menghiung ABK<klo ada untuk jabatan “Analis Pengujian” ,ini alamat email saya :arisandi_ferry@yahoo.co.id, terimakasih banyak.

    1. menghitung ABK klo ada untuk jabatan “Analis Pengujian tidak punya.

      coba uraian tugas nya dibuat dulu,

    • yogi on 21 April 2016 at 10:48 am
    • Balas

    Penulis saya mau tanya bagaimana sih contoh data yang mempengaruhi dengan beban kerja terhadap kinerja..??

    • Ediyanto on 21 April 2016 at 7:00 pm
    • Balas

    Mohon bantuannya mas, bagaimana menghitung ABK kebutuhan pegawai pada suatu kelurahan, tolong kirim contohnya ke email saya ya : eddidot79@gmail.com
    Terima kasih atas bantuannya ya mas, sangat butuh bantuan ini mas.

    • eli on 3 Mei 2016 at 3:23 pm
    • Balas

    Assalamualaikum,pak saya minta tolong penjelasannya. Saya honorer di salah satu pemerintahan saya dan teman teman honorer mendapat tugas untuk membuat ABK untuk masing masing kerjaan yang kami kerjakan tiap hari dengan hitungan menit. Pertanyaan saya apakah ABK itu harusnya di kerjakan untuk honorer saja atau PNS saja atau untuk seluruh staf. Makasih atas penjelasannya….

    1. waalaikumsalam
      pertanyaan mbak, seharusnya ditanyakan dulu, kepada yang memeberikan tugas menyusun ABK
      apakah mbak, mengerjakan ABK jabatan honorer atau jabatan PNS saja atau keduanya
      silakan ditanyakan pada atasan mbak……

      terima kasih

    • rina arlina on 10 Mei 2016 at 7:45 pm
    • Balas

    Kepada Yth Penulis,, bagaimana cara mebuat perhitungan anjab dan abk apoteker dan asisten apoteker di instalasi farmasi RS,,apakah ada contohnya pak,,kebetulan saya ditunjuk sebagai Tim Anjab dan ABK di RS,, trimakasih.

    1. anjab ABK Apoteker dan Asisten Apoteker dalam uraian tugasnya sesuaikan dengan PAK
      untuk beban kerjanya dihitung berdasarkan kompetensi keahliannya.
      kalau contoh untuk jabatan itu kami tidak punya

      demikian
      terima kasih telah berkunjung di web kami

    • siska purnamasari on 4 Juni 2016 at 10:53 am
    • Balas

    Kepada Yth Penulis,, bagaimana cara mebuat perhitungan anjab dan abk epidemiologi di puskesmas,,apakah ada contohnya pak,,kebetulan saya ditunjuk sebagai Tim Anjab dan ABK puskesmas,, trimakasih.

    1. kalo contoh tidak ada mbak…..

    • aditya pranata on 17 Juni 2016 at 12:33 am
    • Balas

    maaf mbak mau nanya nih buat bahan skripsi saya, analisis beban kerja dihalaman atas apa itu sama saja dengan mekanisme pembagian kerja ya? dan mohon minta sumbernya darimana, terima kasih banyak

    1. Analisis beban kerja berpedoman pada
      Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pedoman Analisis Beban Kerja di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah

      UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.Keputusan Kepala BKN Nomor 26 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi PNS sebagaimana telah diubah dengan PP No.54 Tahun 2003.

      KEP MENPAN NO : KEP/75/M.PAN/7/2004 tentang Pedoman Perhitungan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Beban Kerja dalam rangka Penyusunan Formasi.

      Hasil Analisis Beban Kerja kami, dipergunakan sebagai tolok ukur untuk meningkatkan produktivitas kerja serta langkah-langkah lainnya dalam rangka meningkatkan pembinaan, penyempurnaan dan pendayagunaan aparatur baik dari segi kelembagaan, ketatalaksanaan maupun kepegawaian bukan sebagai mekanisme pembagian kerja.

      Berdasarkan hasil penyusunan analisa beban kerja, maka bisa dibuatkan rekomendasi menurut kelembagaan, ketatalaksanaan dan kepegawaian pada masing masing jabatan di setiap SKPD.

      terima kasih telah berkunjung.

    • Fuji Suprapto on 22 Oktober 2016 at 6:17 am
    • Balas

    ini sangat membantu terimakasih banyak,,

    1. terima kasih
      atas kunjungannya…

    • Atun on 10 Januari 2017 at 3:20 pm
    • Balas

    Bapak saya mau tanya, dikantor saya ini sepertinya kekurangan pegawai karena dalam 1 tahun (2015) kemarin, saya mengerjakan pekerjaan ini sendiri yang biasanya dikerjakan oleh 3 orang pegawai, sangat dirassa berat Pak ya hanya saja usulan saya untuk penambahan staf belum terpenuhi, bagaimana ini Pak saya mulai merasa berat dengan beban kerja ini. Terimakasih atas pencerahannya.

    1. Selamat pagi……

      langsung saya jawab saja ya mbak….

      sebaiknya dikantornya, mbak Atun dibentuk tim untuk mengerjakan penyusunan ABK tersebut,
      perlu dikomunikasikan dengan pimpinan tentang peran serta dari para pegawai di kantor mbak Atun
      klo memang tidak ada tim, setidaknya usulkan beberapa pegawai untuk berpartisipasi dan ikut menentukan perencanaan dan pelaksanaan aktivitas ABK tersebut, sampaikan pada pimpinan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari evaluasi kinerja.

      terima kasih sudah berkunjung.

    • Mnaufalhilmi on 8 Februari 2017 at 10:42 pm
    • Balas

    Slmt malam.. Mau tanya kalo utk menjalankan analisa beban kerja pada operator perakitan di pabrik, data apa saja yg diperluakan?

    1. selamat Pagi…. pak

      analisa beban kerja pada operator perakitan di pabrik sebenarnya data yang diperlukan hampir sama dengan jabatan yang lainnya
      hal yang pertama adalah uraian tugas pokok dan fungsi (apabila ada)
      yang kedua liat SOP dalam perakitan, di SOP harusnya ada langkah – langkah kerja yang memerlukan waktu yang berbeda-beda (bisa menjadi beban kerja pada masing masing pelaksana)
      yang ketiga penggunaan alat dan bahan,

      Coba di cari dulu data data tersebut pak.
      minimal data diatas apabila terpenuhi akan menghasilkan beban kerja, dan efisiensi kerja jabatan/pelaksana

      demikian penjelasan singkat dari kami

      terima kasih telah berkunjung pada web kami

      salam ^__^

    • Marda on 24 Februari 2017 at 7:09 am
    • Balas

    Permisi, saya mau bertanya bagaimana menganalisis beban kerja di pertambangan batu bara terkhususnya utk bagian operator. Terima kasih. Mohon bantuannya

    1. Operator sesuaikan dengan alat/mesinnya, apakah operator bisa memegang/mengendalikan lebih dari 1 unit alat/mesin pertambangan.
      atau malah 1 alat 1 operator.

      harus tahu dulu mesin/alat yang digunakan dalam pekerjaan pertambangan tersebut.

    • Fatma on 2 Maret 2017 at 2:19 pm
    • Balas

    Mohon bantuannya.. formulir isian apa saja yang harus saya siapkan untuk meminta data analisis jabatan dan analisis beban kerja hingga peta jabatan yang akan kami berikan untuk setiap SKPD.. jika berkenan sya minta dikirimkan form2 tersebut ke email riezt_lie@yahoo.com

    1. terima kasih telah berkunjung, sudah kami emailkan

    • nony on 7 Maret 2017 at 4:49 pm
    • Balas

    selamat sore pak. saya seorang mahasiswi ingin menanyakan faktor pendorong analisis beban kerja dan implementasinya itu apa saja ya pak? bila bapak mengetahui literatur yang tepat boleh dicantumkan pak. karena saya sudah mencari dibuku maupun browsing tidak ketemu, ini berkaitan dengan skripsi saya. terimakasih.

    1. Seelamat pagi,
      saya jawab singkat ya

      Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2008
      ABK untuk mengukur dan menghitung beban kerja setiap jabatan/unit kerja serta memperoleh informasi mengenai tingkat efektivitas dan efisiensi kerja organisasi berdasarkan volume kerja guna meningkatkan kapasitas organisasi yang profesional, transparan, proporsional dan rasional.

      implementasi ABK pada penataan kelembagaan,
      ketatalaksanaan dan kepegawaian berdasarkan analisis beban kerja

      Peraturan mengenai penataan kelembagaan,
      ketatalaksanaan dan kepegawaian

      kunjungi http://www.menpan.go.id/

      demikianlah……. ^__^

    • LIAH on 29 Maret 2017 at 2:42 pm
    • Balas

    BAGAIMANA URAIAN TUGAS JABATAN PENATA KEUANGAN. MOHON JAWABANNYA

    1. Uraian Tugas Jabatan penata keuangan contohnya sebagai berikut :

      a. Menerima dan memeriksa SP2D, SPP, dan SPM sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlalu, untuk diproses lebih lanjut;

      b. Mempelajari pengajuan SP2D, SPP, dan SPM, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, untuk mencapai hasil yang diharapkan;

      c. Menata SP2D, SPP, dan SPM sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, untuk mencapai hasil yang diharapkan;

      d. Mengkonsultasikan kendala proses penataan keuangan, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, untuk mencapai hasil yang diharapkan;

      e. Mengevaluasi pelaksanaan penataan keuangan dengan cara membandingkan antara rencana dengan pelaksanaan penataan obyek kerja sebagai bahan perbaikan selanjutnya;

      NB : yang disebut penataan keuangan obyek kerjanya meliputi apa saja, apakah SP2D, SPP, dan SPM serta SPj atau ada yang lainnya
      silakan diuraikan lebih lanjut.

      apabila bertanya atau komentar mohon jangan pakai CAPSLOCK semua,

      demikianlah

      terima kasih telah berkunjung dan bertanya pada kami.

    • siswanto on 2 April 2017 at 9:19 pm
    • Balas

    maaf.minta contoh isian Form A (pengumpulan Data Beban Kerja) khusunya bidang Umum dan kepegawaian.misalnya bidang rotasimutasi promosi pegawai

    bisa diemailkan ke : datasis96@yahoo.co.id

    Siswanto
    di

    • Syafei on 8 April 2017 at 11:01 pm
    • Balas

    Selamat malam penulis,

    Mau tanya bagaimana mengukur abk utk level manager & asisten manager dikarenakan beban kerja mereka lbih kepada pencapaian kinerja bkn pd volume kerja & jam efektif kerja..

    Terima kasih

    1. Selamat Siang,

      untuk level manager & asisten manager seharusnya sudah ada pada struktur di organisasi,
      maka di uraian tugas lebih banyak waktu dalam perencanaan dan pengorganisasian.
      salah satunnya Mengkoordinasikan kegiatan adalah tugas mereka.

      jadi ABK bukan lagi untuk menghitung jumlah kebutuhan tenaga mereka.

      demikianlah.

      terima kasih sudah berkunjung.

    • novnov on 8 Mei 2017 at 2:06 pm
    • Balas

    selamat siang penulis
    mau menanyakan apa saja langkah2 pemetaan pegawai selain assessment test?
    yang bisa dilakukan oleh pemula untuk mengerjakan tugas penelitian? mohon jawabannya terimakasih

    1. Selamat siang juga mbak…

      kalo langkah-langkah pemetaan pegawai prosesnya melibatkan Anjab-ABK-StandarKompetensi-Evjab,

      yang paling mudah adalah melihat rangkaian aktivitas pekerjaan/kegiatan/tugas yang sudah ada SOP-nya

      didalam SOP tersebut akan terlihat rangkaian aktivitas pekerjaan/kegiatan/tugas melibatkan jabatan apa dalam menyelesaikannya

      dari rangkaian aktivitas kita akan menemukan jabatan – jabatan yang akan kita petakan dalam peta jabatan

      demikian jawaban singkat kami, terima kasih telah berkunjung

    • Ptr on 13 Juli 2017 at 10:32 am
    • Balas

    Selamat siang penulis.

    Sangat menarik dan menginspirasi tulisannya.
    Tapi saya masih bingung gmn utk membuat ABK utk UPTD persampahan.
    Terkait masalah data. Data aja yg bisa saya persiapkan?

    Atau klo boleh saya minta kontak person penulis utk konsultasi lebih banyak. Jika penulis menghendaki.
    Email saya : ptr.hlm08@gmail.com
    Mohon jawabannya.
    Trims

    1. ^__^

    • yulia on 19 Oktober 2017 at 9:31 am
    • Balas

    selamat siang mbak..
    apakah dokumen evaluasii jabatan kota malang sudah ada?Trim

    1. belum ada

    • adriyan on 20 Oktober 2017 at 9:00 pm
    • Balas

    selamat malam penulis,
    Minta maaf sebelum dan sesudahnya.. yang saya mau tanyakan bagaimana contoh ABK dan rekapitulasi analisis beban kerja (ABK) yang masih kurang PNSnya karena sudah berpisah contohnya KB dan Pemberdayaan Perempuan yang dulunya gabung sekarang pisah. Terima Kasih

    1. dibuat peta jabatan dulu, jabatan yang memang dibutuhkan jabatan apa saja, harus sesuai dengan peta jabatan.
      apabila sudah ada buat uraia tugasnya baru mengerjakan ABK-nya

    • Andreas IWan Suseno on 22 Oktober 2017 at 3:27 am
    • Balas

    bisakah saya mendapatkan contoh analisis beban kerja di Rumah Potong Hewan yang beroperasi 365 hari? Terimakasih

    1. Maaf belum ada, apabila kerja setahun penuh, dibuat sistem kerja shift

    • asep dian suherman on 29 Oktober 2017 at 1:51 pm
    • Balas

    selamat siang penulis..
    saya mau bertanya berkaitan tentang tugas akhir saya, saya mau mengangkat tema tentang analisa beban kerja. nah yang jadi kendala saya apakah menganalisa beban kerja itu tiap bagian apa cukup satu bagian saja ? dan data apa saja yang di perlukan. saya skripsinya di balai air minum. dinas pemerintah bidang jasa pelayanan air bersih.

    1. Maksud penyusunan analisis beban kerja adalah untuk menyediakan instrumen dalam proses penataan kelembagaan/SDM di Unit Organisasi tersebut, melakukan penilaian beban kerja Unit Kerja, yang hasilnya akan dipergunakan sebagai bahan (input) bagi proses perencanaan penataan/penyempurnaan struktur organisasi dan kepegawaian.

      Apabila hanya 1 bagian yang di analisa maka Hasil pengukuran beban kerja pada Unit Kerja hanya pada rekomendasi kebutuhan pegawai pada 1 bagian tersebut karena tidak ada perbandingan prestasi kerja Unit yang lain.

      sedangkan yang dihasilkan dari kegiatan penyusunan analisis beban kerja adalah informasi berupa :
      1. Efektivitas dan efisiensi jabatan serta efektivitas dan efisiensi unit kerja;
      2. Prestasi kerja jabatan dan prestasi kerja unit;
      3. Jumlah kebutuhan pegawai/pejabat;
      4. Jumlah beban kerja jabatan dan jumlah beban kerja unit;
      5. Standar norma waktu kerja

    • ida on 3 November 2017 at 10:03 am
    • Balas

    ASSLMKM…
    saya mo tanya ABK untuk jabatan pengelola penyelenggaraan media elektronik bagaimana, soalnya saya pegawai baru n jabatan tersebut juga baru. mksh

    1. yang utama uraian tugas disusun dulu

  5. selamat mlm bos..tolong bantu saya dlm penyusunan anjab dan abk untuk fungsional penyuluh kehutanan pertama yang baik dan benar, kebetulan baru sy sendiri yg fungsional di t4 kerja bos..terima kasih bos

    1. buat uraian tugas nya dulu aja sesuai dengan PAK.
      Klo untuk kebutuhan pegawai jabatan penyuluh kehutanan bukan diliat dari ABK saja, Di Permen sudah ada pedoman dan ketentuanya.

      terima kasih

  6. selamat pagi , mohon ABK sekretaris satpol pp, uraian tugas sbb:
    Merencanakan Program,kegiatan dan anggaran operasional Sekretariat Satpol PP berdasarkan Renstra dan penetapan dalam rangka pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan
    Memfasilitasi administrasi urusan umum dan kepegawaian ,keuangan dan aset , perencanaan program dan pelaporan dalam rangka kelancaran dan ketertiban pelaksanaan tugas
    Membantu mengoordinasikan penyusunan rencana, program, anggaran di bidang Trantibum,Penegak Perda, Perlindungan Masyarakat dan Damkar dalam rangka kelancaran dan ketertiban pelaksanaan tugas
    Membimbing, membagi tugas dan mengatur penyusunan laporan , konsep , serta dokumen administrasi lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan tugas bidang satuan Polisi Pamong Praja dalam rangka pencapaian target kinerja yang ditetapkan
    Mengelola inventaris satuan Polisi Pamong Praja dalam rangka efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas
    Mengevaluasi pencapaian kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dengan membandingkan target dan realisasi kinerja setiap tahun dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas
    Mengevaluasi Pelaksanaan penatausahaan keuangan Satuan Polisi Pamong Praja dalam rangka tertib administrasi penatausahaan keuangan Satuan Polisi Pamong Praja
    Mengevaluasi dan melaporkan pendataan inventaris serta usulan penghapusan inventaris serta usulan penghapusan barang di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja dalam rangka tata kelola aset
    Membagi tugas dan menyelia pegawai lingkungan Sekretariat Satuan Polisi Pamong Praja berdasarkan tugas dan fungsi baik secara lisan maupun tertulis dalam rangka peningkatan profesionalisme pekerjaan
    Melaksanakan pembinaan terhadap pegawai di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja dalam rangka peningkatan disiplin dan kinerja pegawai
    Menyampaikan usul , pertimbangan , saran dan pendapat serta langkah – langkah yang perlu diambil dalam penyelenggaraan tugas sekretariat, serta melaporkan seluruh pelaksanaan tugas selama satu tahun kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dalam rangka pencapaian pelaksanaan tugas
    Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja sesuai tugas fungsinya dalam rangka mendukung pencapaian pelaksanaan tugas

    1. iya pak, beberapa uraian tugasnya untuk sekretaris diatas sudah bagus, tapi sebaiknya di rumuskan antara tugas manajerial dan tugas teknisnya…
      saya mau koreksi uraian diatas, masih keterbatasan waktu, misalnya Membantu mengoordinasikan penyusunan rencana, program, anggaran di bidang Trantibum,Penegak Perda, Perlindungan Masyarakat dan Damkar dalam rangka kelancaran dan ketertiban pelaksanaan tugas

      bisa diganti Menyusun rencana operasional rencana program dan anggaran di Satpol PP Kab. Dairi …..serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas.

      Terima kasih atas, kunjungannya di web ini

    • Alit Astawa on 9 Januari 2018 at 9:44 pm
    • Balas

    saya mau membuat ABK untuk tempat kerja saya di bagian pemeliharaan teknik. Mohon bimbingan nya.
    Saya di Unit pemeliharaa teknik memelihara aset perusahaan antara lain :
    1. Administrasi
    2. Pemeliharaan Listrik
    3, Pemeliharaan Mesin
    4. Pemeliharaan Bangunan
    5. Pemeliharaan Kendaraan

    Bagaimana cara menghitung berapa oran yng di butuhkan. Terimakasih
    Mohon dapat segera di bales terimakasih penulis

    1. cara paling mudah adalah di rekrut semua jabatan diatas sebanyak 1 orang, setiap orang/jabatan diliat proses dalam pekerjaan apabila tidak efektif bisa dialihkan sementara/diperbantukan ke jabatan lainnya yang secara pekerjaan satu rumpun misal (pemeliharaan listri dengan pemeliharaan bangunan) (pemeliharaan mesin dengan pemeliharaan kendaraan) amati, komunikasikan/diskusikan terkait proses pekerjaan dengan masing masing jabatan tersebut.

    • Fatma on 10 Januari 2018 at 2:42 pm
    • Balas

    Selamat sore.. hasil anjab dan abk di tuangkan ke dalam peraturan kepala daerah atau kah dg keputusan kelala daerah.. dn apakah anjab dan abk di tuangkan kedalam peraturan/ keputusan yang sm atau di bedakan?
    Jika berkenan sya mau liat format dan lampiran terlampir mengenai peraturan/ keputusan mengenai hasil penyusunan anjab dan abk.. terimakasih..
    Nb. Mohon utk dikirim ke email riezt_lie@yahoo.com

    • tasya margaretta on 20 Maret 2018 at 6:58 pm
    • Balas

    saya ingin bertanya, bagaimanakah ABK pada perusahaan PDAM? Terimkasih

    1. bisa dilihat dari masing masing jabatan yang ada di PDAM sekarang overload atau malah kurang efektif, kenapa kok malah ada beberapa pekerjaan dipihak ketigakan, mengapa ada jabatan yang belum sesuai kompetensinya ….. silahkan dievalusi dulu per jabatan tersebut

    • Mawar on 19 April 2018 at 4:59 am
    • Balas

    Selamat pagi. Mau tanya bagaimana cara mendeskripsikan beban kerja pada karyawan disuatu perusahaan didalam satu devisi dan satu jabatan memiliki tugas yang berbeda semisal, karyawan 1 lebih bnyak jumlah tugasnya dari pada karyawan yang satunya. Terima kasih.
    Mohon sangat apabila tidak keberatan bisa dikirin ke email sya @mawarpurnama.ss@gmail.com

    1. baik mbak, silakan dicek di email

        • Mawar on 19 April 2018 at 2:09 pm
        • Balas

        Mohon maaf emailnya tdi keliru. Ini yg benar, Mawarpurnamasari.ss@gmail.com

        1. coba cek emailnya ya mbak… silakan berkunjung ke bagian organisasi kota malang apabila masih butuh informasi lainnya

    • Iwan Munandar on 25 April 2018 at 10:51 pm
    • Balas

    haloo min, saya mau bertanya data2 apa saja yang dibutuhkan untuk menghitung suatu beban kerja pada suatu instansi, dan bagaimana cara penghitungan ABK itu sendiri , mohon penjelasannya untuk laporan PKL saya . Terimakasih

    1. tulisan diatas dipahami dulu
      atau bisa ke https://organisasi.malangkota.go.id/2017/05/18/tambahan-materi-bimtek-anjab-dan-abk/#.WuLPVH8xV1Q

    • Ecep Supriatna on 5 Juli 2018 at 8:43 am
    • Balas

    Assalamualaikum
    mohon bantuan dan informasi bagaimana caranya menghitung kebutuhan tenaga keamanan (Satpam) di kantor kami, apakah memakai pendekatan besaran wilayah atau lokasi serta jumlah gedung kantor atau memakai metode pendekatan tugas per tugas
    Terima kasih atas perhatiannya

    1. di sesuaikan dengan kondisi wilayah, jumlah titik kerawanan, dan perlu juga pendekatan tugas per tugas, sebagai contoh jadwal patroli dan jadwal pengamanan.

      terima kasih atas kunjungannya

    • khairul on 27 September 2018 at 1:56 am
    • Balas

    assalamualaikum saya bekerja di bagian organisasi pemerintah daerah, kami akan melakukan penyusunan dokumen anjab dan abk dan membutuhkan kerjasama dengan jasa konsultansi untuk penyusunan dokumen analisis jabatan dan analisa beban kerja untuk seluruh OPD yang ada di kabupaten kami. kiranya kami dapat dibantu referensi jasa konsultan yang bisa kami hub

    1. kami tidk memakai jasa konsultan… sementara kami kerjakan sendiri sekaligus sebagai pembelajaran bagi para ASN untuk belajar menguraikan informasi jabatan dan tugas jabatannya.

      demikianlah.

    • mathias j rupidara on 15 Februari 2019 at 11:12 am
    • Balas

    mohon bantuan bagaimana mengitung beban kerja bendahara dengan gaji bendahara

    1. klo untuk karyawan sesuaikan dengan UMK sdh bagus…
      tapi intinya gaji atau tunjangan tidak selalu dengan beban kerja ada faktor penilaian lainnya misal. pengawasan dan pengetahuannya.
      dll… panjang klo harus ditulis di komentar

    • mathias j rupidara on 15 Februari 2019 at 11:16 am
    • Balas

    bohonb bantuan bagaimana menghitung beban kerja bendahara lulusan sma dengan gaji, dan menghitung beban kerja sekertaris lulusan s1 dengan gaji masing-masing

    1. beban kerja beda dengan syarat jabatan….

  7. Mohon bantuan, jam kerja kerja (beban kerja) satu instansi sekolah antara guru dan tata usaha
    1. mana yang lebih lama
    2. mana yang lebih berat (menghadapi mahluk hidup dan menghadapi kertas surat-surat)

    1. Mohon bantuan, jam kerja kerja (beban kerja) satu instansi sekolah antara guru dan tata usaha
      1. mana yang lebih lama
      2. mana yang lebih berat (menghadapi mahluk hidup dan menghadapi kertas surat-surat)

      Jawab :

      1. mana yang lebih lama?
      Jumlah jam kerja efektif harus sama, Kalau untuk Jam kerja PNS tidak diatur secara rinci dalam PP Disiplin PNS, akan tetapi diatur lebih lanjut dalam Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 1995 tentang Hari Kerja Di Lingkungan Lembaga Pemerintah (“Keppres 68/1995”)
      Akan tetapi, perlu diketahui bahwa masing-masing instansi/lembaga/kementerian juga membuat peraturannya masing-masing, yang menjadikan Keppres 68/1995 sebagai salah satu dasar hukumnya.

      2. mana yang lebih berat (menghadapi mahluk hidup dan menghadapi kertas surat-surat)?
      Apabila menilai mana lebih berat maka banyak indikator penilaian untuk suatu jabatan, tidak hanya melihat Fungsi Pekerja suatu jabatan yaitu terkait Data, Orang dan Benda
      contoh fungsi jabatan terkait DATA: Analis Kredit dibank fungsinya Menganalisa data
      fungsi jabatan terkait ORANG : Guru : fungsinya Mengajar
      fungsi jabatan terkait BENDA : Teknisi Elektronik fungsinya Memasang/Merakit
      masih ada indikator penilaian lainnya terkait Pengetahuannya, Pengawasannya, Pedoman, Kompleksitas, Ruang Lingkup dan Dampak yang masing masing ada penilaiannya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.